BAHAN PAKAN

BAHAN PAKAN TERNAK UNGGAS

PENDAHULUAN

Bangsa unggas termasuk ayam tidak mungkin diberi satu bahan pakan saja. Sehingga memerlukan kombinasi beberapa bahan pakan sebagai bahan pakan penyusun ransum. Bahan-bahan penyusun ransum harus memenuhi kebutuhan ternak baik secara kualitas dan kuantitas. Kebutuhan akan gizi ransum tergantung dari jenis unggas, umur, pertumbuhan, tujuan produksi dan tingkat konsumsi dari ternak unggas.

Bahan pakan adalah bahan – bahan yang dapat digunakan untuk menyusun ransum ternak unggas yang siap diberikan kepada ternak unggas bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dan produksi ternak.

Pakan merupakan bahan – bahan yang langsung dapat dikonsumsi oleh ternak unggas.

Ransum merupakan campuran beberapa bahan pakan yang telah memenuhi kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh ternak yang siap diberikan dan habi dikonsumsi selama 24 jam.

Konsentrat adalah campuran bahan pakan yang merupakan produk pabrik pakan ternak yang mengandung protein lebih dari 34%.

· Identifikasi Bahan Pakan Ternak Unggas.

Penggolongan bahan pakan ternak unggas dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Berdasarkan Sumber / Asal:

Penggolongan bahan pakan ternak unggas berdasarkan sumber/asalnya dibagi menjadi 2 yaitu:

a. Bahan pakan asal tumbuhan (nabati)

Bahan pakan nabati yang diberikan kepada ternak unggas terutama benyak yang berasal dari biji-bijian dan hasil olahannya yaitu 70% - 75%, 15% - 25% merupakan limbah industri makanan dan sisa hijauan ternak. Bahan pakan asal biji-bijian sebagian besar merupakan sumber energi yang baik karena berasal dari tumbuh-tumbuhan, maka kandungan serat kasarnya tinggi. Contoh:

v Jagung

Merupakan sumber energi yang baik karena serat kasarnya rendah. Sumber xanthophyl dan asam lemak. Asam lemak jagung sebesar 1,60% sebagai sumber protein atau asam amino juga kurang baik karena hanya mengandung 9 – 10% protein kasar.

v Dedak halus

Bahan pakan unggas asal nabati yang paling banyak digunakan adalah dedak halus. Kandungan nutrisi dedak halus adalah sebagai berikut: protein kasar 1890 Kkal/kg dan lemak kasar sebesar 8,3%. Dedak mempunyai kandungan serat kasar 13%. Bangsa unggas tidak mampu mencerna serat kasar lebih dari 4% karena serat kasar inilah yang menjadi faktor pembatas sehingga dedak halus tidak dapat digunakan secara berlebihan.

v Bekatul

Mempunyai kandungan nutrisi yang sedikit berbeda dengan dedak kasar. Kandungan nutrisi dari bekatul adalah energi metabolisme sebesar 1.630 Kkl/kg. protein kasar 10,8%, lemak kasar 2,9% dan serat kasar 4,9%.

v Bungkil Kelapa

Bungkil kelapa merupakan bahan pakan hasil samping pengolahan kelapa, baik itu minyak kelapa atau yang lain. Merupakan bahan pakan sumber protein asal nabati, mengandung protein kasar 20 – 26%. Digunakan sebagai bahan pendamping tepung ikan dan jagung kning. Kelemahannya : karena kandungan minyak tinggi sehingga mudah tengik menyebabkan mengganggu selera makan.

v Ubi Kayu dan Hasil Olahannya

Ubi kayu mempunya kandungan energi 2970 k.kal/kg. Penggunaan ubi kayu memerlukan proses lebih lanjut dengan cara dkeringkan terlebih dahulu. Kelemahan ubi kayu mengandung racun Hidrocyanik (HCN), pemanasan dengan matahari, direbus atau dipanaskan dengan suhu 70 – 800C dapat mengurangi pengaruh HCN.

v Hijauan

Hijauan dapat digunakan dalam formulasi ransom ternak unggas maksimum 4% dari total ransom. Kandungan serat kasar yang tinggi menyebabkan hijauan terbatas penggunaannya.

b. Bahan pakan asal hewan (hewani)

Bahan pakan hewani sudah menjadi campuran ransum ternak unggas sejak ayam ras pertama kali diperkenalkan. Contoh : tepung ikan, tepung tulang, tepung kerang, lemak atau minyak hewan.

v Tepung ikan

Tepung ikan pada umumnya terdapat dalam formula ransum ungas komersial (mempunyai nilai ekonomis tinggi untuk diperjualbelikan). Umumnya tepung ikan terdapat dalam ransum unggas yang dapat menghasilkan produksi tinggi. Secara umum tepung ikan berkualitas baik mengandung protein kasar 60% - 70%.

v Tepung tulang

Tepung tulang digunakan sebagai sumber kalsium, terutama untuk unggas yang sedang/dalam masa pertumbuhan. Sebagai sumber kalsium dan fosfat, tepung tulang mengandung posfor 12% - 15% dan kalsium 24% - 30%.

v Tepung kerang

Tepung kerang digunakan sebagai sumber kalsium, kadar Ca, tepung kerang cukup besar yaitu 38%.

v Limbah Industri Udang

Pengeringan dengan uap panas atau matahari dari bagian tubuh yang menjadi limbah akan menentukan kualitas bahan pakan ini. Mengandung protein kasar 35 – 45% dan berkualitas baik disamping juga mengandung mineral yang tinggi.




2. Berdasarkan Kandungan Nutrisi:

a. Bahan pakan sumber protein

Bahan pakan ternak unggas yang merupakan sumber protein, umumnya berasal dari bahan pakan asal hewan. Bahan pakan yang termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak unggas yang mempunyai kandungan protein kasar lebih dari 20%. Antara lain: Tepung ikan, Tepung darah, Tepung limbah udang, Tepung bulu terolah, Bungkil Kelapa, Bungkil Kedelai, dll

b. Bahan pakan sumber energi

Bahan pakan ternak unggas sumber energi umumnya berasal dari bahan pakan nabati. Bahan pakan ini mengandung protein kurang dari 20% dan serat kasar kurang dari 18%. Bahan pakan ini contohnya antara lain : Jagung, Dedak halus atau bekatul, Minyak nabati dan minyak ikan, Ubi kayu/singkong dll.

c. Bahan pakan sumber vitamin

Vitamin merupakan komponen organik yang mempunyai peranan penting di dalam metabolisme tubuh ternak unggas. Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi sangat dibutuhkan oleh unggas. Kekurangan vitamin akan segera terlihat yaitu pada tahan pupuk unggas terhadap penyakit. Bahan pakan yang merupakan sumber vitamin antara lain: Hijauan segar, Tepung hijauan, Feed supplement.

d. Feed suplement (feed additive)

Feed suplement merupakan bahan pakan yang terdiri dari campuran vitamin, mineral, asam amino, serta jenis-jenis obat tertentu, seperti Antibiotik, Arsenal Mineral Nitrafuran dan Coccidiostat. Jenis Feed Suplement Antibiotik Perkalin Teracmycin serta Oureomycin yang banyak diperdagangkan. Feed Suplement Coccidiostat yang berupa Chlortetra Cycline Fira Solidone dan Exytetracycline dapat digunakan untuk mencegah penyakit seperti penyakit berak darah.

3. Berdasarkan Bentuk Fisik:

Bahan-bahan pakan unggas yang berupa hasil pertanian baik dari bahan nabati maupun dari bahan hewani. Berdasarkan bentuk fisiknya bahan pakan ternak unggas ada 3 macam yaitu:

a. Bahan pakan bentuk butiran

Bahan pakan ini perlu digiling terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan pakan ransum. Contoh: jagung, kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, dll.

b. Bahan pakan bentuk tepung

Bahan pakan ini berasal dari bahan pakan hewani dan nabati. Biasanya pengusaha (poutry shop) lebih cenderung menjual ransum yang sudah jadi, seperti konsentrat, feed suplement, antibiotik serta jenis obat-obatan lainnya. Contoh: tepung ikan, tepung daging, tepung tulang dan tepung hijauan ternak.

c. Bahan pakan bentuk cair

Bahan pakan berbentuk cair terutama minyak nabati maupun minyak hewani sering digunakan pada unggas pedaging yang membutuhkan energi tinggi. Penggunaan bahan pakan berbentuk cair (minyak) di dalam ransum unggas. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi juga menambah selera nafsu makan ternak unggas. Selain itu juga dapat mengurangi sifat berdebu pada ransum yang berbentuk tepung lengkap (All Mash). Contoh : minyak nabati, mollases, minyak ikan dan lainnya.

  • Penentuan Bahan Pakan Ternak Unggas

Kriteria yang digunakan dalam memilih dan menentukan bahan pakan ternak unggas ada 4 (empat) kriteria yang harus dipenuhi sehingga bahan pakan tersebut dapat digunakan dan layak sebagai bahan pakan ternak unggas. Keempat kriteia tersebut adalah :

a. Harga bahan pakan

Harga bahan pakan sangat menentukan dalam pemilihan bahan pakan ternak unggas. Murah mahalnya bahan pakan itu harus dinilai dari manfaat bahan yang merupakan cermin kualitas dari hasil yang diperoleh. Contohnya tepung ikan: harga absolutnya relatif mahal, tetapi dilihat dari segi kandungan proteinnya yang tinggi dan kelengkapan asam aminonya yang terkandung kemudian dilihat dari segi manfaatnya yang diperoleh maka tepung ikan menjadi murah.

Contoh :

Tepung ikan tuna

H. absolut : Rp.5.000/kg

Protein kasar : 63%

Harga relative : 5.000/63 = 83,3/% protei kasar

Tepung ikan putih:

H. absolut : Rp.5.200/kg

Protein kasar : 69%

Harga relatif : 5.200/69 = 82,5/% protein kasar

Kriteria pemilihan bahan pakan yang memiliki harga relatif terendah yaitu “tepung ikan putih” karena harga setiap % protein lebih murah dibanding “tepung ikan tuna”. Dalam penyusunan ransum ternak unggas, protein merupakan kandungan nutrisi bahan pakan yang dibutuhkan.

b. Daya saing bahan pakan hewan terhadap makanan manusia

Bahan pakan ternak khususnya ternak unggas tidak boleh bersaing dengan bahan makanan manusia. Bila manusia banyak membutuhkannya, bahan pakan itu jangan diberikan kepada unggas/ayam. Contohnya: pada prinsipnya beras tidak digunakan sebagai bahan pakan ternak unggas.

c. Ketersediaan bahan pakan

Bahan pakan yang digunakan harus tersedia dalam waktu lama dan jumlah yang banyak. Bahan pakan yang ada pada suatu saat saja kemudian lenyap, harus dihindari. Contohnya: padi yang diproduksi secara massal akan menyebabkan persediaan dedak dan bekatul untuk bahan pakan ternak akan melimpah.

d. Kandungan gizi bahan pakan

Suatu bahan dengan harga absolutnya murah, ketersediaannya kontinue, tetapi bila kandungan gizinya buruk bahan itu tidak digunakan. Kandungan serat kasar bahan pakan semakin tinggi kandungan serat kasarnya akan semakin kurang berteran bahan pakan itu terhadap bahan pakan unggas.

  • Kualitas Bahan Pakan Ternak Unggas

Kualitas bahan ternak unggas sangat menentukan produktifitas ternak yang diusahakan. Bahkan kualitas yang sangat buruk dapat mengancam kehidupan ternak yang mengkonsumsinya. Kualitas bahan pakan ternak dapat diketahui secara inderawi (organoleptis) dengan mengamati bentuk dan ukuran, bau, warna dan kemurnian bahan.

a. Bentuk dan Ukuran

Bahan pakan dari nabati dan hewani dalam berbagai bentuk, ukuran dan kondisi fisik yang berbeda-beda. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh cara pemanenan, jenis, tujuan penggunaan dan proses pengolahan terhadap bahan tersebut.

  1. Bau

Bau merupakan salah satu factor yang sangat mempengaruhi selera makan ternak sehingga berpengaruh pada produksi itu sendiri. Bau disebabkan oleh adanya reaksi zat kimia yang ada dalam bahan pakan, aktivitas mikroorganisma dan binatang parasit serta pengaruh temperature lingkungan penyimpanan.

  1. Warna

Enzim yang terdapat dalam bahan pakan berasal dari mikroorganisme yang mencemari bahan pakan tersebut. Enzim ini akan mempercepat reaksi – reaksi kimia dan mengakibatkan perubahan-perubahan pada komposisi bahan pakan termasuk warna.

  1. Kemurnian Bahan

Kemurnian bahan diartikan sebagai tidak tercampurnya bahan pakan dengan bahan lain. Ada beberapa kontaminan yang mempengaruhi kemurnian bahan pakan, yaitu :

v Kontaminasi dengan bahan tidak sejenis.

v Kontaminasi dengan benda asing.

v Kontaminasi dengan makhluk hidup.

· Faktor Pembatas Bahan Pakan

Bahan pakan ternak unggas dalam pemberian dan pemakaiannya sebagai bahan penyusun ransum juga dibatasi dengan faktor – faktor tertentu. Faktor – faktor tersebut adalah

  1. Toksin/Racun;

Pemakaian tepung ubi kayu atau ketela pohon harus dibatasi sekitar 5% dari berat total ransum karena mengandung asam cianik (HCN) yang dapat menyebabkan penyakit gangguan pencernaan.

b. Serat Kasar

Pemakaian hijaun dalam ransum juga dibatasi sekitar 4% karena hijauan banyak mengandung serat kasar dan serat kasar ini tidak dapat/sulit dicerna oleh tubuh ternak unggas.

c. Asam Lemak Jenuh

Pemakaian bungkil kelapa harus dibatasi sekitar 20% karena bahan ini banyak mengandung asam lemak jenuh sehingga sering menimbulkan bau tengik pada ransum ternak unggas.

Catatan

Zat gizi pakan dalam bentuk kasar, misal : protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan lainnya karena zat gizi bahan pakan tidak semua dapat dicerna dan diserap oleh tubuh melainkan ada sebagain zat gizi tersebut yang keluar sebagai urin, keringat dan feces.

0 komentar:

Poskan Komentar